KPKM - Politeknik LP3I Medan

Klasterisasi Perguruan Tinggi 2020, POLITEKNIK LP3I MEDAN Peringkat Satu Politeknik Swasta Terbaik di Sumut

Tanggal Post : 15/10/2020 | Penulis : Admin

Politeknik LP3i Medan kembali berada pada peringkat pertama Politeknik Swasta Terbaik di Sumatera Utara, yang dipublikasikan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I Sumatera Utara, pada hari Rabu 14 Oktober 2020. Klasterisasi Perguruan Tinggi memiliki tujuan utama untuk menyediakan landasan bagi pengembangan kebijakan pembangunan, pembinaan perguruan tinggi serta mendorong perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan tridharma perguruan tinggi secara berkelanjutan, selain itu , klasterisasi perguruan tinggi berfungsi untuk menyediakan informasi kepada masyarakat umum tentang kualitas kinerja perguruan tinggi di Indonesia. Menurut Kepala LLDIKTI Wilayah I, Prof Dian Armanto, yang dirilis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, klasterisasi perguruan tinggi pada tahun 2020 ini, kembali diidentifikasi berdasarkan empat aspek utama, antara lain mutu sumber daya manusia dan mahasiswa (input), pengelolaan kelembagaan perguruan tinggi (proses), capaian kinerja jangka pendek yang dicapai oleh perguruan tinggi (output), dan capaian kinerja jangka panjang perguruan tinggi (outcome). Prof Dian Armando menambahkan, pada klasterisasi tahun 2020 ini, indikator yang digunakan untuk menilai kinerja perguruan tinggi pada aspek input antara lain persentase dosen berpendidikan S3, persentase dosen dalam jabatan lektor kepala dan guru besar, rasio jumlah dosen terhadap jumlah mahasiswa, jumlah mahasiswa asing, dan jumlah dosen bekerja sebagai praktisi di industri minimum 6 bulan. Pada aspek proses terdapat 9 indikator yang digunakan antara lain Akreditasi Institusi, Akreditasi Program Studi, Pembelajaran Daring, Kerjasama perguruan tinggi, Kelengkapan Laporan PDDIKTI, Jumlah Program Studi bekerja sama dengan DUDI, NGO atau QS Top 100 WCU by subject, Jumlah Program Studi melaksanakan program merdeka belajar, Jumlah mahasiswa yang mengikuti Program Merdeka Belajar. Pada aspek output, terdapat empat indikator yang digunakan antara lain jumlah artikel ilmiah terindeks per dosen, kinerja penelitian, kinerja kemahasiswaan, jumlah program studi yang telah memperoleh Akreditasi atau Sertifikasi International. Sementara pada aspek outcome, terdapat lima indikator yang digunakan antara lain kinerja inovasi, jumlah sitasi per dosen, jumlah patent per dosen, kinerja pengabdian masyarakat, dan persentase lulusan perguruan tinggi yang memperoleh pekerjaan dalam waktu 6 bulan. Kemudian Prof Dian Armando menyatakan, klasterisasi perguruan tinggi yang disusun dan dibangun ini, dalam kerangka perbaikan berkelanjutan baik untuk masing-masing data kinerja perguruan tinggi maupun kinerja perguruan tinggi secara keseluruhan.

GALLERY